NEWS & EVENTS  
more news


 
 
 
 
 
 
   
 
Home >> News & Events Bookmark and Share
 

Lupromax Oil Racing Team Raih 2 Piala di ISSOM 2014 Seri 4

Cuaca ekstrim Tidak Hambat Jean Andre Dumais dan Yogie Primantoro

Lupromax Oil kembali meraih 2 piala di ajang bergengsi Indonesian Sentul
Series of Motor Sport (ISSOM) 2014 yang diselenggarakan di Sentul
International Circuit. Cuaca ekstrim yang menguji kehandalan para pembalap
dalam mengontrol laju kendaraan, tampaknya tidak menghambat Jean Andre
Dumais dan Yogie Primantoro untuk melaju ke podium ISSOM 2014 seri ke-4
tersebut.

Jean Andre Dumais, dengan mobil BMW E36 nya berhasil menduduki peringkat
ke-5 di kelas Euro 2000 dengan capaian waktu 1:56,9. Adapun pada QTT hari
sebelumnya, pembalap yang masih tampak muda di usia nya yang nyaris
berkepala enam, berhasil mencatatkan waktu lebih cepat yaitu 1:55,4.

“Masih seperti seri sebelumnya, di balapan kali ini saya beraksi dengan back
up engine, sementara engine utama saya sedang di-develop untuk persiapan
aksi balapan saya selanjutnya. Saya harap di seri ke-5 ISSOM 2014, saya
sudah dapat melaju dengan mesin tersebut. Terlepas dari hal tersebut, di
seri ini terdapat sedikit perubahan di mobil saya, yang pertama adalah
pengaturan suspensi sehingga pada saat QTT kemarin, saya berhasil
mencatatkan waktu yang lebih baik dari ISSOM seri lalu. Selain itu, saya
juga mengganti ban mobil saya untuk mendukung laju BMW E36 saya,” tutur Jean
Andre Dumais.

Jean Andre Dumais yang merupakan salah satu sosok yang disegani di dunia
balap nasional, juga menambahkan bahwa hal terpenting dalam balapan adalah
pola pikir pembalap, dimana di ajang kebut-kebutan ini, tujuan utama
pembalap harusnya mencapai garis finish, dan gelar juara hanyalah bonus di
hobi yang memacu adrenalin ini.

Hal senada juga diutarakan Yogie Primantoro, juara nasional yang telah
berkiprah di ajang balapan lebih dari 20 tahun itu. “Dalam balapan,
tujuannya hanya satu, harus mencapai bendera finish. Dengan kondisi balapan
hari ini, saya juga fokus pada tujuan saya itu, sehingga saya tidak
memaksakan kendaraan saya untuk mengejar gelar. Seorang pembalap harus tahu
kondisi kendaraan yang dikendarainya, sehingga jika terlalu memaksakan laju
kendaraan, besar kemungkinan kendaraan tidak dapat mencapai finish, dan itu
akan sangat disayangkan.”

Pria yang ditemani Honda Ferio-nya melaju ke posisi ke-2 di pagelaran Super
Touring Car National Championship 2014 itu juga menambahkan bahwa di cuaca
ekstrim dengan suhu 34° C tersebut, pembalap harus mengantisipasi
berkurangnya daya cengkeraman ban mobil dengan permainan rem yang cekatan.

“Karena di seri sebelumnya saya tidak dapat mencapai garis finish, kali ini
saya lebih berhati-hati dalam memacu kendaraan saya dengan harapan saya
dapat melewati bendera finish. Pada saat QTT kemarin, saya mencatatkan waktu
1:47 dimana pada balapan hari ini, capaian waktu tersebut drop jauh menjadi
1:50. Walau sempat memimpin sebanyak 7 putaran, cuaca ekstrim serta kondisi
kendaraan yang masih kurang prima menyebabkan saya urung memaksakan
kendaraan saya dan hanya fokus pada garis finish. Untungnya dengan didukung
Lupromax RF 102, saya tetap dapat melaju ke podium dengan gelar juara ke-2.
Semoga di seri berikutnya saya juga dapat beraksi maksimal,” tutup Yogie
seusai kompetisi Super Touring Car National Championship 2014.
     
     
 
 
 
All images are copyrighted and property of PT. Karya Pelumas Indonesia. Copying and using our images without permission from the author are forbidden.