PRODUCTS   magna


 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
Home >> LUPROMAX® Diesel Fuel Treatment Bookmark and Share
 



Pengujian

Berbagai pengujian telah dilakukan dalam mendukung konsep pemasaran "Seeing is Believing", terhadap fungsi dari produk LUPROMAX® DFT – DIESEL FUEL TREATMENT, diantaranya adalah sebagai berikut:

I. ANTI KOROSI

Asam Sulfit yang terbentuk dalam bahan bakar solar bersifat sangat korosif dan menyebabkan terbentuknya endapan lumpur "gummy sludge deposit". LUPROMAX® DFT – DIESEL FUEL TREATMENT akan bereaksi dengan Asam Sulfit membentuk "Sulfolane (Tetramethylene Sulfone)" yang bersifat sebagai anti karat (corrosion inhibitor).


Prosedur Pengujian

Pengujian dilakukan dengan melakukan perbandingan tingkat korosi yang ditimbulkan oleh bahan bakar solar dan bahan bakar solar yang telah dicampur dengan LUPROMAX® DFT dengan perbandingan 150 mL LUPROMAX® DFT : 50 liter solar terhadap paku biasa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dalam tempo 24 jam telah terjadi karat pada paku biasa dalam bahan bakar solar. Sedangkan dalam bahan bakar solar yang telah diberikan LUPROMAX® DFT tidak menunjukkan terjadinya karat dalam masa waktu 2 tahun lamanya.

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa LUPROMAX® DFT mempunyai fungsi anti korosi yang dapat memberikan perlindungan terhadap korosi pada seluruh sistem saluran pembakaran.


Foto Paku Karat dan Tidak Berkarat


II. SLUDGE DISPERSANT

Sulfolane berfungsi pula sebagai Sludge Dispersant yang bekerja dengan memecah dan mendispersikan endapan lumpur. Dengan demikian LUPROMAX® DFT, akan membersihkan seluruh sistem saluran pembakaran sampai dengan fuel injector.

Endapan lumpur yang terdispersikan akan tersaring pada filter solar, sehingga bagi kendaraan berbahan bakar solar yang belum pernah mendapatkan treatment dengan produk LUPROMAX® DFT, setelah 4 – 5 kali pengunaan LUPROMAX® DFT disarankan untuk mengganti filter solar.

Namun setelah penggantian filter solar tersebut, akan didapatkan sistem pembakaran yang jauh lebih bersih dan akan membuat pembakaran menjadi lebih sempurna serta tentunya akan menurunkan tingkat emisi gas buang.



III. PENURUNAN KADAR EMISI GAS BUANG

Dengan terdispersinya endapan lumpur dan terjadinya reaksi substitusi Asam Sulfit menjadi Sulfolane, LUPROMAX® DFT mampu menurunkan emisi gas buang hingga 40%.

Prosedur Pengujian
Pengujian emisi gas buang dilakukan di Bengkel Astra Isuzu Cabang Daan Mogot, Jl. Daan Mogot Km 13,9, Jakarta. Pengujian dilakukan terhadap kendaraan:
  • Kendaraan                            : Isuzu ELF
  • Nomor Kendaraan                 : B 7283 PO
  • Tipe Kendaraan                     : NHR 55 MB
  • Tahun Pembuatan                 : 2003
  • Tipe Mesin                            : 4 JB1 Direct Injection
  • Kapasitas & Jumlah Silinder : 2800 CC & 4 Silinder
  • Bahan Bakar                        : Solar
  • Dosis LUPROMAX® DFT        : 150 mL LUPROMAX® DFT = 50 liter solar
  • Spesifikasi Alat Uji Emisi      : Smokemeter 495 / 01, Technotest Model 515
  • Tanggal Pengujian                : 16 – 26 Juli 2010

Buku Hasil Pengujian Emisi gas Buang Isuzu Elf
Gambar Kegiatan Pengujian


Prosedur Pengujian
  • Pengujian awal emisi gas buang dilakukan tanpa menggunakan produk LUPROMAX® DFT pada saat posisi fuel meter berada dalam 25% kondisi penuh (1/4 jarum fuel meter).
  • Catat hasil analisa emisi gas buang yang diperoleh (Test – 1).
  • Tambahkan 1 botol LUPROMAX® DFT kemasan 150 mL ke dalam tangki bahan bakar solar (Penambahan Pertama).
  • Isi bahan bakar solar hingga posisi tangki penuh.
  • Jalankan kendaraan hingga posisi fuel meter berada dalam 25% kondisi penuh (1/4 jarum fuel meter).
  • Lakukan pengujian emisi gas buang (Test – 2).
  • Tambahkan 1 botol LUPROMAX® DFT kemasan 150 mL ke dalam tangki bahan bakar solar (Penambahan ke-2).
  • Isi bahan bakar solar hingga posisi tangki penuh.
  • Jalankan kendaraan hingga posisi fuel meter berada dalam 25 % kondisi penuh (1/4 jarum fuel meter).
  • Lakukan pengujian emisi gas buang (Test – 3).
  • Lakukan kembali tahapan diatas sampai dengan Test ke – 5.

TABEL UJI EMISI GAS BUANG



Grafik Hasil Uji Kadar Karbon Emisi/Opasitas Isuzu ELF



Dari hasil pengujian emisi gas buang pada kendaraan Isuzu ELF, diperoleh data bahwa dengan penambahan LUPROMAX® DFT pertama kali telah dapat menurunkan emisi gas buang sebesar ± 38,5%. Kemudian pada saat penambahan LUPROMAX® DFT yang ke-3 kali didapatkan kadar emisi gas buang yang meningkat dari 17,8% HSU menjadi 18,0% HSU. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah endapan yang terdispersikan yang tersaring di dalam filter solar. Setelah dilaksanakan penggantian terhadap filter solar kemudian dilaksanakan penambahan LUPROMAX® DFT yang ke-4, didapatkan penurunan kadar emisi gas buang menjadi 17,1% HSU. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setelah penambahan 4 botol LUPROMAX® DFT kemasan 150 mL dapat menurunkan kadar emisi gas buang hingga sebesar ± 43,1% pada kendaraan ISUZU ELF.

IV. PENINGKATAN NILAI CETANE

Dengan sistem pembakaran yang lebih bersih akan membuat pembakaran menjadi lebih sempurna. Berdasarkan hasil pengujian di PT. CORELAB INDONESIA, Lab No. FG – 10152, tanggal 2 Agustus 2010 didapatkan hasil bahwa dengan penambahan produk LUPROMAX® DFT pada bahan bakar solar dengan perbandingan 150 mL LUPROMAX® DFT : 50 liter solar dapat meningkatkan Cetane Index dari 45 menjadi 54,2.

Dengan peningkatan Cetane Index hingga 54,2, produk LUPROMAX® DFT akan membuat pembakaran menjadi lebih sempurna pada kendaraan berbahan bakar solar.

Bahan bakar solar untuk mesin diesel mengandung nilai setana / cetane number. Nilai setana merupakan kebalikan dari nilai oktan. Nilai setana adalah kemampuan suatu bahan bakar solar untuk mempersingkat "delay ignition" atau penundaan pembakaran. Delay ignition adalah jarak waktu antara pemasukan / injeksi bahan bakar solar oleh injektor dengan dimulainya bahan bakar tersebut terbakar. Dengan kata lain, bahan bakar yang disemprotkan oleh injektor tidak langsung terbakar, padahal bahan bakar harus terbakar pada titik / waktu tertentu oleh panas kompresi.

Pada mesin bensin, waktu pengapian (timing ignition) dapat diatur oleh percikan bunga api yang dihasilkan oleh busi. Bunga api memercik berarti pembakaran dimulai. Namun, pada mesin diesel timing ignition hanya dapat diatur oleh timing injection. Semakin pendek delay antara timing injection dan dimulainya pembakaran, maka waktu pengapian akan semakin tepat. Dengan demikian solar dengan nilai setana yang lebih tinggi akan lebih mudah terbakar dibandingkan dengan solar yang memiliki nilai setana yang lebih rendah.

ANALISA BAHAN BAKAR SOLAR PT. CORELAB INDONESIA NO. FG – 10152, tanggal 2 Agustus 2010 (FILE PDF)


V. HYDROGEN FUEL

LUPROMAX® DFT akan mengikat air yang terkandung dalam bahan bakar solar dan merubahnya menjadi "HYDROGEN FUEL".

LUPROMAX® DFT mempunyai daya afinitas yang baik terhadap air sehingga mampu untuk mengikat air yang terkandung dalam bahan bakar solar dalam bentuk campuran yang bersifat homogen.

Pada saat campuran bahan bakar tersebut terbakar, maka molekul Air (H2O) akan menjadi "Superheated Steam" dan terpecah menjadi tenaga Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2).

Tenaga Hidrogen (H2) merupakan bahan bakar yang sangat baik dan akan menambah efisiensi pembakaran, sedangkan Oksigen (O2) akan meningkatkan pembakaran menjadi lebih sempurna, sehingga dengan adanya "HYDROGEN FUEL" dalam bahan bakar solar akan menurunkan emisi gas buang dan deposit karbon, mengurangi polusi udara dan menghemat penggunaan bahan bakar.


VI. PENINGKATAN NILAI KALORI PEMBAKARAN

LUPROMAX® DFT akan meningkatkan nilai kalori pembakaran pada bahan bakar solar. Berdasarkan hasil pengujian di PT. CORELAB INDONESIA, Lab NO. FG – 10152, tanggal 2 Agustus 2010, didapatkan hasil bahwa dengan penambahan produk LUPROMAX® DFT pada bahan bakar solar dengan perbandingan 150 mL LUPROMAX® DFT : 50 liter solar mampu meningkatkan nilai kalori pembakaran sebesar 402 BTU/LB gross dan sebesar 289 BTU/LB net.

Dengan meningkatnya nilai kalori pembakaran pada bahan bakar solar, maka produk LUPROMAX® DFT dapat menghemat pemakaian bahan bakar solar minimum sebesar 4%.

Dengan bersihnya sistem saluran pembakaran, meningkatnya cetane index dari bahan bakar solar, meningkatnya nilai kalori pembakaran serta adanya "HYDROGEN FUEL" dalam bahan bakar solar bukan hanya sekedar dapat menurunkan emisi gas buang tetapi dapat membuat pembakaran menjadi lebih sempurna.

Sehingga setelah penambahan LUPROMAX® DFT – DIESEL FUEL TREATMENT pada kendaraan berbahan bakar solar akan dirasakan manfaat langsung sebagai berikut:
  • Membuat tarikan menjadi lebih enteng.
  • Menambah tenaga dan akselerasi.
  • Mesin lebih mudah distarter.
  • Mengurangi asap hitam pada knalpot.
  • Menghemat bahan bakar.
ANALISA NILAI KALORI PEMBAKARAN PT. CORELAB INDONESIA NO. FG – 10152, tanggal 2 Agustus 2010 (FILE PDF)
     
     
 
 
 
All images are copyrighted and property of PT. Karya Pelumas Indonesia. Copying and using our images without permission from the author are forbidden.